KEMBALINYA SANG RAJA RIMBA
Di tengah padang rumput yang luas hiduplah sekawanan singa dengan rukunnya,dari beberapa pasangan singa itu ada seekor induk singa yang telah hamil tua dan tinggal menunggu detik detik melahirkan,dengan setia sang singa jantan menemani sang induk untuk memperjuangkan hidupnya untuk sang pewaris tahta di rimba belantara ,sedang singa singa yang laen membentuk barisan pagar seolah olah berkata tak kan ada satupun maklhuk yang boleh mengganggu kehadiran sang pangeran.Tapi ternyata sang pencipta berkehendak lain,,setelah beberapa detik singa kecil lahir ke dunia terjadilah bencana alam dengan berujud topan dan badai menghantam padang rumput menyapu isi isinya termasuk kawanan singa ,tercecer tak jatuhnya dimana
tapi ternyata sang pencipta memperlihatkan kasih sayangnya kepada semua maklhuknya,anak singa itu dibiarkan tetap hidup dengan berlindung dibawah karang batu sedang kawanan dan induknya tersapu entah kemana..
Setelah bencana itu berlalu anak singa yang masih belia itu cuma bisa meraung raung sendirian dan datanglah sekawanan domba menghampirinya,karena dari sekawanan domba itu ada 1 induk domba yang merasa iba terhadap anak singa itu maka dirawatlah anak singa itu seperti merawat anak sendiri dengan jalan disusinya,diajarkanlah anak singa itu makan rumput,hidup berpindah pindah tempat mencari rumput yang masih tumbuh segar,dan diajarkan berlari jika bertemu dengan binatang pemangsa seperti buaya,serigala ataupun hiena.begitulah pola hidup singa setiap harinya sampai menginjak dewasa ,pada suatu hari saat singa kecil yang sudah menginjak dewasa itu sedang menikmati rumput bersama dengan teman temannya dari balik batu dan semak bahaya mengintai,sekawanan singai siap menerkam mangsanya dan mengaum dan melompatlah para kawanan singa itu,kawanan domba yang sedang berpesta rumput menjadi buabar kalang kabut termasuk singa kecil itu,tapi apes singa yang paling besar yang merupakan pimpinan kawanan singa itu menerkam singa kecil itu,dan kagetlah singa besar itu melihat singa kecil yang diterkamnya,lalu raja singa itu melepaskan cengkeramanya seraya bertanya " Hei bukankah kau seekor singa juga?singa kecil menjawab"aku bukan singa tapi aku domaba,aku makan rumput,aku diajari lari jika ketemu hewan pemangsa".Sang raja rimba ketawa....dengan sabar dan haru dia berkata "kau adalah anaku yang hilang kau itulah sang pangeran yang kelak akan menjadi raja rimba,sang singa kecil cuma diam mendengarkan nasehat raja rimba,lalu sang raja rimba berkata lagi..coba liat rambut kita sama,mata kita sama,taring dan gigi kita sama cakar,kaki dan ekor kita sama,jangan lari seperti domba kalo melihat kita,kamu itu kodratnya makan daging bukan rumput,coba kamu mengaum,karena dari kecil tidak di ajarkan mengaum cuma mengembiklah yang keluar dari mulut dan tenggorokan singa itu,denga sabar raja singa mengajari sang pangeran mengaum dan akhirnya auman singa kecil bisa menggetarkan rimab raya,dengan gagah singa muda itu berjalan diatas bukit batu melontarkan suara aumanya dan menggema sampai keangkasa.
Dari cerita ini kita tau bahwa sebenarnya dalam diri setiap manusia mempunyai jiwa pemimpin,jiwa penguasa,jiwa yang tidak akan takut menghadapi semua masalah,mampu menghadapi gelombang permasalahan yang bertubi tubi,cuma kita harus bertanya sudah tepatkah kebiasaan hidup kita selama ini?punya keberanian kah kita selama ini?kalau materi kita pinjam,kalo ilmu kita bisa berguru,tapi kalo keberanian hanya kita sendirilah yang bisa memintanya.
Semoga berguna
Mbah Suthu